Raport PT. Freeport, Presiden RI 2011 Korupsi, karena Sayapun Pernah Korupsi

Posted on
  • Jumat, 09 September 2011
  • by
  • in
  • Label: ,
  • Raport PT. Freeport, Eksploitasi Blok Masela ternyata Presiden RI 2011 Korupsi, karena Sayapun Pernah Korupsi ? :: Korupsi di Wilayah PT. Freeport - Iseng dengan niat ibadah lewat browsing untuk berdakwah didunia maya, entah siapa yang mendengar, dan melihat Tulisan Jurnalistik Amatir. Hari ini semenjak tulisan ini ditulis, sudah hari Sabtu di bulan Qomariyah atau bulan Islam, tetapi di bulan Syamsiyah masih hari Jumat. Masalah KORUPSI DAN KORUPTOR postingan yang saya tulis, karena gak sengaja ada kutipan, tulisan sang guru Kompasiana dot com yaitu Nour Payapo, yang berani menulis dengan judul berikut ini :


    Saya dan Mereka Koruptor, Termasuk SBY

    Hanya petani, nelayan, pedagang kecil dan sejumlah profesi di kampung-kampung nun jauh yang barangkali belum tersentuh oleh praktek-praktek ketidakjujuran. Petani, murni menanam benih di dalam tanah, benih itu tumbuh kemudian hasilnya dipanen, dijual ke pedagang kecil. Nelayan kecil, murni memancing ikan untuk makan, selebihnya dijual kepada tetangga, uang hasil pancingannya untuk membeli bahan pokok pangan dari pedagang kecil. Pedagang kecil kemudian membeli dagangannya dari pedagang besar yang berada di kota. Selisih harga beberapa perak dagangan yang dibeli kemudian dijual, itulah keuntungannya.

    Sederhana sebenarnya kehidupan orang-orang di kampung. Sederhana tapi mereka bahagia. Bahkan tanpa uang sekalipun. Barter barang, barter ikan dengan sayur mayur, barter ketela pohon dengan sabun, barter beras dengan telur ayam, sangat lebih dari cukup untuk menyambung hidup dari hari ke hari. Itu hingga hari ini bisa kita jumpai di kampung, bagaimana dengan di kota-kota besar?

    Modernisasi, globalisasi, pasar bebas, kapitalisme, konektivitas, pemilikan saham dan sejumlah instrumen yang digembar-gemborkan, toh membuat persentasi perjalanan kita menuju kepada ketidakjujuran sangat besar. Ketidakjujuran muncul saat spekulasi itu terjadi. Spekulasi untuk menimbang beras dengan takaran yang sangat curang. Ah, peduli amat, yang penting untung. Semua mencari untung, termasuk mental birokrasi kita, moral pejabat-pejabat kita. Kalau mereka tidak mencari untung dengan cara-cara yang curang, mengapa negara kita seperti sekarang.

    Spekulasi mulai terjadi saat keikhlasan terkikis dari lembaga-lembaga pendidikan yang dikomersilkan. Pendidikan itu sangat mahal, katanya. Orang kaya mendapat pendidikan yang layak, orang miskin tak akan pernah menginjakkan kakinya di bangku sekolah. Manusia di pusat diprioritaskan, manusia di pinggiran boleh mati saja. Bayangkan kualitas siswa di New York dibandingkan dengan siswa di Jakarta kemudian dibandingkan lagi dengan siswa di Tembaga Pura Papua atau di siswa di Kisar, Maluku Barat Daya yang berbatasan dengan Timor Leste.


    Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), jawablah dengan jujur apakah benar Anda tidak menerima keuntungan curang dari eksplorasi tambang mas oleh Freeport, ltd. Apakah benar nanti Anda tidak mengambil untung yang curang dari eksploitasi Blok Masela, salah satu hasil gas terbesar di Indonesia. Pak SBY, jawablah dengan sedikit saja kejujuran, apakah Anda dan wakil presiden Anda tidak terlibat dengan kasus Bank Century yang kini mulai redup padahal telah direkomendasikan oleh suara bulat DPR RI untuk dituntaskan?

    Saya dan ratusan juta masyarakat Indonesia adalah koruptor. Karena kami berada dalam sistim ketidakjujuran yang hari ini dipimpin oleh SBY. Jangan menyalahkan rezim sebelumnya, jangan menyalahkan siapa-siapa, karena Anda berkeinginan kuat untuk menjadi presiden. Karena pernah Anda berjanji akan menuntaskan kasus korupsi, karena Anda mempublikasikan iklan-iklan menolak korupsi, karena Anda tidak konsisten memberantas ketidakjujuran.

    Pak SBY, lihatlah Anda. Anda berpakaian bagus, memiliki deposito milyaran rupiah, memiliki mobil mewah, rumah mewah dengan segala fasilitas, memiliki kemampuan merekayasa tiada tara, manis dalam strategi meninabobokan publik, lihatlah warga di sekitar Freeport, ltd, mereka masih mengenakan koteka, tidak memiliki pakaian layak, air minum tidak hiegenis. Pak SBY, lihat lagi masyarakat Kisar yang cemburu memandang pesatnya pembangunan di Timor Leste, hingga mereka iri melihat anak muda di Kota Dili mulai bersekolah ke luar negeri. Adilkah Anda Pak SBY melihat semua itu. Apakah Anda bisa tidur nyenyak, makan enak di Istana Negara sementara rakyat Anda sengsara.

    Pak SBY, negara ini terlalu luas. Mungkin itu salah satu alasan klasik untuk lari dari ketidakjujuran dan ketidakadilan dalam mengelolanya. Tetapi fakta-fakta ketidakjujuran dan ketidakadilan ini membuat saya dan ratusan juta masyarakat berkesimpulan bahwa saya, mereka dan Anda adalah koruptor. Jangan berbohong, akui saja.
    Silahkan yang mau melihat tulisan beliau yang lainnya copas alamat url berikut ini : http://politik.kompasiana.com/2011/08/12/saya-dan-mereka-koruptor-termasuk-sby/. Saya pun sebenarnya Sholat Jumat tadi mendengarkan Khotib berceramah tentang PT Freeport. Para Pejabat NEGARA INDONESIA yang Korupsi, dan Hancurnya negara RI beberapa tahun mendatang jika tidak bersahabat dengan Al-Qur'an. sekian Tulisan Jurnalistik Amatir dengan judul Raport PT. Freeport Presiden RI 2011 Korupsi, karena Sayapun Koruptor. Judul saya tidak masuk dengan tema, karena memang sedang nembak keywordnya.
    ---------------------------------------------------------------------------------------------------------
    Back Link Url || http://www.dadan.web.id/2011/09/raport-pt-freeport-presiden-ri-2011.html || Tema, Judul, Artikel, Posting || Raport PT. Freeport, Presiden RI 2011 Korupsi, karena Sayapun Pernah Korupsi || Back Link Url || http://www.dadan.web.id/2011/09/raport-pt-freeport-presiden-ri-2011.html || Tema, Judul, Artikel, Posting || Raport PT. Freeport, Presiden RI 2011 Korupsi, karena Sayapun Pernah Korupsi ||
    Saling Membantu Sesama Muslim dan Raih Amal Sholeh dengan Klik icon Google Plus, Shared Tweeter, dan Like Facebook ! Guna Membantu Kemajuan Blog Ini
    Raih Amal Sholeh dengan Berbagi Artikel Ini :

    2 komentar:

    Pemimpi Bidadari Surga mengatakan...

    keyword artikel ini karena Sayapun Pernah Korupsi

    Pemimpi Bidadari Surga mengatakan...

    ayo komen disini

    Poskan Komentar

    Yang Nyepam Ga Boleh ! Yang Mau Sharing Untuk Artikel di Atas Silahkan, Terima Kasih Telah Mampir